Geram Atas Tindakan Genosida Israel, UNIMEN Gelar Aksi Bela Palestina
Enrekang, pdmenrekang.com - Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen), Sulsel, menjadi bagian dalam aksi Bela Palestina bersama 172 kampus Universitas Muhammadiyah se-Indonesia, Selasa (7/5/2024). Mereka mengecam genosida Israel terhadap Palestina.
Aksi demonstrasi serentak tersebut berdasarkan keputusan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah yang membawahi 172 universitas. Di Universitas Muhammadiyah Enrekang, Aksi Bela Palestina digelar dalam Seminar Nasional dengan tema: “Membaca Masa Depan Palestina dalam Tinjauan, Sejarah, Teologi, Pendidikan, dan Ekonomi”.
Lalu, mengapa ummat Islam wajib membela Palestina? Pertanyaan ini dijawab akademisi Unimen, Dr Ilham Kadir, yang juga penulis literasi Palestina. Menurut Ilham, ada beberapa poin penting menjadi alasan kenapa ummat Islam harus membela Palestina.
“Pertama, sebagai bumi yang diberkahi, dimana di Palestina terdapat Masjid Al-Qasha, kiblat pertama umat Islam,” kata Ilham yang juga pimpinan Baznas Enrekang ini di Aula Kampus 1 Unimen, Jalan Jenderal Sudirman, Galonta, Enrekang, Selasa (7/5/2024).
Poin kedua, Islam secara jelas dan tegas memerintahkan ummatnya untuk mengunjungi Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsha.
Ketiga, jika Kakbah, Masjid Nabawi, dijaga langsung oleh Allah, maka Masjid Al-Aqsha diberikan penjagaannya kepada ummat Islam.
“Keempat, sebagai medan jihad, dengan adanya Palestina secara umum, dan Al-Aqsha secara khusus menjadi medan jihad jiwa dan harta bagi umat Islam,” terang Imam Masjid Pasar Enrekang ini.
Unimen sebenarnya hendak melakukan aksi damai diserta orasi. Namun karena musim hujan dan Enrekang masih dalam suasana recoveri pascabanjir bandang sejak satu minggu lalu, acara dilakukan dengan seminar sekaligus diskusi.
Selain Ilham, tampil sebagai pembicara lainnya, mantan Rektor Unimen Dr Yunus Busa, serta dosen dan pimpinan Baznas, Baharuddin. Acara dipandu Husein Kamaruddin, Wakil Rektor Unimen sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang. Para peserta adalah mahasiswa dan civitas akademika Unimen.
“Di sini, kita akan belajar literasi Palestina, semua apa yang kita lakukan harus didasari dengan ilmu, melalui forum seminar nasional ini. Kita akan mengenal dan mengetahui Palestina dari berbagai aspek, sehingga kian semangat membela tanah wakaf ummat Islam tersebut,” kata Ketua PDM Husein Kamaruddin yang juga alumnus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Jogja ini.
Mantan Rektor Unimen, Dr Yunus Busa, menyoroti kekuatan ekonomi dunia yang sangat tergantung dengan Zionisme.
“Kita sangat tergantung dengan Yahudi dari sisi ekonomi, namun bukan berarti kita tak mampu melawan. Jika kita bersatu memboikot produk-produk milik Yahudi, setidaknya pasti akan merugikan mereka secara nyata, dan itu mengungtungkan kita, karena itu mari terus boikot produk-produk pendukung Zionisme Israil,” katanya.
Sedangkan Baharuddin menyampaikan agar hati-hati dalam penggalangan donasi Pelestina, pastikan aman syariat, aman regulasi, dan aman NKRI.
“Sebab seringkali kita menemukan lembaga-lembaga donasi Palestina yang tidak jelas akan dibawa ke mana donasinya. Pastikan lewat lembaga resmi seperti BAZNAS atau LAZISMU,” katanya.
Disadur dari media online indonesiainside.id









